Dunia Sex 69

Blog yang berisi tentang cerita sex, cerita dewasa, nonton bokep, download bokep, anime terbaru, movie terbaru, nonton movie dan film terbaru.

Latest Articles

Jumat, 26 Agustus 2016

Cerita Sex: Alat pemuas sex



Movie4stream - Hari itu, sekitar jam 12 siang, aku baru saja tiba di vilaku di puncak. Pak Joko, penjaga vilaku membukakan pintu garasi agar aku bisa memarkirkan mobilku. Pheew.. akhirnya aku bisa melepaskan kepenatan setelah seminggu lebih menempuh UAS.

Aku ingin mengambil saat tenang sejenak, tanpa ditemani siapapun, aku ingin menikmatinya sendirian di tempat yang jauh dari hiruk pikuk ibukota. Agar aku lebih menikmati privacy-ku maka kusuruh Pak Joko pulang ke rumahnya yang memang di desa sekitar sini.

Pak Joko sudah bekerja di tempat ini sejak papaku membeli vila ini sekitar 7 tahun yang lalu, dengan keberadaannya, vila kami terawat baik dan belum pernah kemalingan. Usianya hampir seperti ayahku, 50-an lebih, tubuhnya tinggi kurus dengan kulit hitam terbakar matahari.

Aku daridulu sebenarnya berniat mengerjainya, tapi mengingat dia cukup loyal pada ayahku dan terlalu jujur, maka kuurungkan niatku.
“Punten Neng, kalau misalnya ada perlu, Bapak pasti ada di rumah kok, tinggal dateng aja” pamitnya.

Setelah Pak Joko meninggalkanku, aku membereskan semua bawaanku. Kulempar tubuhku ke atas kasur sambil menarik nafas panjang, lega sekali rasanya lepas dari buku-buku kuliah itu. Cuaca hari itu sangat cerah, matahari bersinar dengan diiringi embusan angin sepoi-sepoi sehingga membuat suasana rileks ini lebih terasa.

Aku jadi ingin berenang rasanya, apalagi setelah kulihat kolam renang di belakang airnya bersih sekali, Pak Joko memang telaten merawat vila ini. Segera kuambil perlengkapan renangku dan menuju ke kolam.

Sesampainya disana kurasakan suasanya enak sekali, begitu tenang, yang terdengar hanya kicauan burung dan desiran air ditiup angin. Tiba-tiba muncul kegilaanku, mumpung sepi-sepi begini, bagimana kalau aku berenang tanpa busana saja, toh tidak ada siapa-siapa lagi disini selain aku lagipula aku senang orang mengagumi keindahan tubuhku.

Maka tanpa pikir panjang lagi, aku pun melepas satu-persatu semua yang menempel di tubuhku termasuk arloji dan segala perhiasan sampai benar-benar bugil seperti waktu baru dilahirkan. Setelah melepas anting yang terakhir menempel di tubuhku, aku langsung terjun ke kolam.

Aahh.. enak sekali rasanya berenang bugil seperti ini, tubuh serasa lebih ringan. Beberapa kali aku bolak-balik dengan beberapa gaya kecuali gaya kupu-kupu (karena aku tidak bisa, hehe..)

20 menit lamanya aku berada di kolam, akupun merasa haus dan ingin istirahat sebentar dengan berjemur di pinggir kolam. Aku lalu naik dan mengeringkan tubuhku dengan handuk, setelah kuambil sekaleng coca-cola dari kulkas, aku kembali lagi ke kolam. Kurebahkan tubuhku pada kursi santai disana dan kupakai kacamata hitamku sambil menikmati minumku.

Agar kulitku yang putih mulus ini tidak terbakar matahari, kuambil suntan oilku dan kuoleskan di sekujur tubuhku hingga nampak berkilauan. Saking enaknya cuaca di sini membuatku mengantuk, hingga tak terasa aku pun pelan-pelan tertidur.
Di tepi kolam itu aku berbaring tanpa sesuatu apapun yang melekat di tubuhku, kecuali sebuah kacamata hitam. Kalau saja saat itu ada maling masuk dan melihat keadaanku seperti itu, tentu aku sudah diperkosanya habis-habisan.

Ditengah tidurku aku merasakan ada sesuatu yang meraba-raba tubuhku, tangan itu mengelus pahaku lalu merambat ke dadaku. Ketika tangan itu menyentuh bibir kemaluanku tiba-tiba mataku terbuka dan aku langsung terkejut karena yang kurasakan barusan ternyata bukan sekedar mimpi.

Aku melihat seseorang sedang menggerayangi tubuhku dan begitu aku bangun orang itu dengan sigapnya mencengkram bahuku dan membekap mulutku dengan tangannya, mencegah agar aku tidak menjerit.
Aku mulai dapat mengenali orang itu, dia adalah Taryo, si penjaga vila tetangga, usianya sekitar 30-an, wajahnya jelek sekali dengan gigi agak tonggos, pipinya yang cekung dan matanya yang lebar itu tepat di depan wajahku.

“Sstt.. mendingan Neng nurut aja, di sini udah ga ada siapa-siapa lagi, jadi jangan macam-macam!” ancamnya
Aku mengangguk saja walau masih agak terkejut, lalu dia pelan-pelan melepaskan bekapannya pada mulutku
“Hehehe.. udah lama saya pengen ngerasain ngentot sama Neng!” katanya sambil matanya menatapi dadaku
“Ngentot ya ngentot, tapi yang sopan dong mintanya, gak usah kaya maling gitu!” kataku sewot.

Ternyata tanpa kusadari sejak berenang dia sudah memperhatikanku dari loteng vila majikannya dan itu sering dia lakukan daridulu kalau ada wanita berenang di sini.
Mengetahui Pak Joko sedang tidak di sini dan aku tertidur, dia nekad memanjat tembok untuk masuk ke sini. Sebenarnya aku sedang tidak mood untuk ngeseks karena masih ingin istirahat, namun elusannya pada daerah sensitifku membuatku BT (birahi tinggi).

“Heh, katanya mau merkosa gua, kok belum buka baju juga, dari tadi pegang-pegang doang beraninya!” tantangku.
“Hehe, iya Neng abis tetek Neng ini loh, montok banget sampe lupa deh” jawabnya seraya melepas baju lusuhnya.

Badannya lumayan jadi juga, walaupun agak kurus dan dekil, penisnya yang sudah tegang cukup besar, seukuran sama punyanya si Wahyu, tukang air yang pernah main denganku (baca Tukang Air, Listrik, dan Bangunan).

Dia duduk di pinggir kursi santai dan mulai menyedot payudaraku yang paling dikaguminya, sementara aku meraih penisnya dengan tanganku serta kukocok hingga kurasakan penis itu makin mengeras. Aku mendesis nikmat waktu tangannya membelai vaginaku dan menggosok-gosok bibirnya.

“Eenghh.. terus Tar.. oohh!” desahku sambil meremasi rambut Taryo yang sedang mengisap payudaraku.
Kepalanya lalu pelan-pelan merambat ke bawah dan berhenti di kemaluanku. Aku mendesah makin tidak karuan ketika lidahnya bermain-main di sana ditambah lagi dengan jarinya yang bergerak keluar masuk.

Aku sampai meremas-remas payudara dan menggigit jariku sendiri karena tidak kuat menahan rasanya yang geli-geli enak itu hingga akhirnya tubuhku mengejang dan vaginaku mengeluarkan cairan hangat. Dengan merem melek aku menjambak rambut si Taryo yang sedang menyeruput vaginaku.

Perasaan itu berlangsung terus sampai kurasakan cairanku tidak keluar lagi, barulah Taryo melepaskan kepalanya dari situ, nampak mulutnya basah oleh cairan cintaku.
Belum beres aku mengatur nafasku yang memburu, mulutku sudah dilumatnya dengan ganas. Kurasakan aroma cairan cintaku sendiri pada mulutnya yang belepotan cairan itu. Aku agak kewalahan dengan lidahnya yang bermain di rongga mulutku, masalahnya nafasnya agak bau, entah bau rokok atau jengkol.

Setelah beberapa menit baru aku bisa beradapatasi, kubalas permainan lidahnya hingga lidah kami saling membelit dan mengisap. Cukup lama juga kami berpagutan, dia juga menjilati wajahku yang halus tanpa jerawat sampai wajahku basah oleh liurnya.
“Gua ga tahan lagi Tar, sini gua emut yang punya lu” kataku.

Si Taryo langsung bangkit dan berdiri di sampingku menyodorkan penisnya. Masih dalam posisi berbaring di kursi santai, kugenggam benda itu, kukocok dan kujilati sejenak sebelum kumasukkan ke mulut.

Mulutku terisi penuh oleh penisnya, itu pun tidak menampung seluruhnya paling cuma masuk 3/4nya saja. Aku memainkan lidahku mengitari kepala penisnya yang mirip helm itu, terkadang juga aku menjilati lubang kencingnya sehingga tubuh pemiliknya bergetar dan mendesah-desah keenakan. Satu tangannya memegangi kepalaku dan dimaju-mundurkannya pinggulnya sehingga aku gelagapan.

“Eemmpp.. emmphh.. nngg..!” aku mendesah tertahan karena nyaris kehabisan nafas, namun tidak dipedulikannya. Kepala penis itu berkali-kali menyentuh dinding kerongkonganku. Kemudian kurasakan ada cairan memenuhi mulutku.
Aku berusaha menelan cairan itu, tapi karena banyaknya cairan itu meleleh di sekitar bibirku. Belum habis semburannya, dia menarik keluar penisnya, sehingga semburan berikut mendarat disekujur wajahku, kacamata hitamku juga basah kecipratan maninya.

Kulepaskan kacamata hitam itu, lalu kuseka wajahku dengan tanganku. Sisa-sisa sperma yang menempel di jariku kujilati sampai habis. Saat itu mendadak pintu terbuka dan Pak Joko muncul dari sana, dia melongo melihat kami berdua yang sedang bugil. Aku sendiri sempat kaget dengan kehadirannya, aku takut dia membocorkan semua ini pada ortuku.

“Eehh.. maaf Neng, Bapak cuma mau ngambil uang Bapak di kamar, ga tau kalo Neng lagi gituan” katanya terbata-bata.
Karena sudah tanggung, akupun nekad menawarkan diriku dan berjalan ke arahnya.
“Ah.. ga apa-apa Pak, mending Bapak ikutan aja yuk!” godaku.
Jakunnya turun naik melihat kepolosan tubuhku, meskipun agak gugup matanya terus tertuju ke payudaraku. Aku mengelus-elus batangnya dari luar membuatnya terangsang.

Akhirnya dia mulai berani memegang payudaraku, bahkan meremasnya. Aku sendiri membantu melepas kancing bajunya dan meraba-raba dadanya.
“Neng, tetek Neng gede juga yah.. enak yah diginiin sama Bapak?” Sambil tangannya terus meremasi payudaraku.

Dalam posisi memeluk itupun aku perlahan membuka celana panjangnya, setelah itu saya turunkan juga celana kolornya. Nampaklah kemaluannya yang hitam menggantung, jari-jariku pun mulai menggenggamnya. Dalam genggamanku kurasakan benda itu bergetar dan mengeras.

Pelan-pelan tubuhku mulai menurun hingga berjongkok di hadapannya, tanpa basa-basi lagi kumasukkan batang di genggamanku itu ke mulut, kujilati dan kuemut-emut hingga pemiliknya mengerang keenakan.

“Wah, Pak Joko sama majikan sendiri aja malu-malu!” seru si Taryo yang memperhatikan Pak Joko agak grogi menikmati oral seks-ku.
Taryo lalu mendekati kami dan meraih tanganku untuk mengocok kemaluannya. Secara bergantian mulut dan tanganku melayani kedua penis yang sudah menegang itu. Tidak puas hanya menikmati tanganku, sesaat kemudian Taryo pindah ke belakangku, tubuhku dibuatnya bertumpu pada lutut dan kedua tanganku.

Aku mulai merasakan ada benda yang menyeruak masuk ke dalam vaginaku. Seperti biasa, mulutku menganga mengeluarkan desahan meresapi inci demi inci penisnya memasuki vaginaku. Aku disetubuhinya dari belakang, sambil menyodok, kepalanya merayap ke balik ketiak hingga mulutnya hinggap pada payudaraku.
Aku menggelinjang tak karuan waktu puting kananku digigitnya dengan gemas, kocokanku pada penis Pak Joko makin bersemangat.

Rupanya aku telah membuat Pak Joko ketagihan, dia jadi begitu bernafsu memperkosa mulutku dengan memaju-mundurkan pinggulnya seolah sedang bersetubuh. Kepalaku pun dipeganginya dengan erat sampai kesempatan untuk menghirup udara segar pun aku tidak ada.

Akhirnya aku hanya bisa pasrah saja disenggamai dari dua arah oleh mereka, sodokan dari salah satunya menyebabkan penis yang lain makin menghujam ke tubuhku. Perasaan ini sungguh sulit dilukiskan, ketika penis si Taryo menyentuh bagian terdalam dari rahimku dan ketika penis Pak Joko menyentuh kerongkonganku, belum lagi mereka terkadang memainkan payudara atau meremasi pantatku.

Aku serasa terbang melayang-layang dibuatnya hingga akhirnya tubuhku mengejang dan mataku membelakak, mau menjerit tapi teredam oleh penis Pak Joko. Bersamaan dengan itu pula genjotan si Taryo terasa makin bertenaga. Kami pun mencapai orgasme bersamaan, aku dapat merasakan spermanya yang menyembur deras di dalamku, dari selangkanganku meleleh cairan hasil persenggamaan.
Setelah mencapai orgasme yang cukup panjang, tubuhku berkeringat, mereka agaknya mengerti keadaanku dan menghentikan kegiatannya.

“Neng, boleh ga Bapak masukin anu Bapak ke itunya Neng?” tanya Pak Joko lembut.
Saya cuma mengangguk, lalu dia bilang lagi, “Tapi Neng istirahat aja dulu, kayanya Neng masih cape sih”.

Aku turun ke kolam, dan duduk berselonjor di daerah dangkal untuk menyegarkan diriku. Mereka berdua juga ikut turun ke kolam, Taryo duduk di sebelah kiriku dan Pak Joko di kananku.

Kami mengobrol sambil memulihkan tenaga, selama itu tangan jahil mereka selalu saja meremas atau mengelus dada, paha, dan bagian sensitif lainnya. Yang satu ditepis yang lain hinggap di bagian lainnya, lama-lama ya aku biarkan saja, lagipula aku menikmatinya kok.

“Neng, Bapak masukin sekarang aja yah, udah ga tahan daritadi belum rasain itunya Neng” kata Pak Joko mengambil posisi berlutut di depanku.
Dia kemudian membuka pahaku setelah kuanggukan kepala merestuinya, dia arahkan penisnya yang panjang dan keras itu ke vaginaku, tapi dia tidak langsung menusuknya tapi menggesekannya pada bibir kemaluanku sehingga aku berkelejotan kegelian dan meremas penis Taryo yang sedang menjilati leher di bawah telingaku.

“Aahh.. Pak cepet masukin dong, udah kebelet nih!” desahku tak tertahankan.
Aku meringis saat dia mulai menekan masuk penisnya. Kini vaginaku telah terisi oleh benda hitam panjang itu dan benda itu mulai bergerak keluar masuk memberi sensasi nikmat ke seluruh tubuh.

“Wah.. seret banget memeknya Neng, kalo tau gini udah dari dulu Bapak entotin” ceracaunya.

“Brengsek juga lu, udah bercucu juga masih piktor, gua kira lu alim” kataku dalam hati.
Setelah 15 menit dia genjot aku dalam posisi itu, dia melepas penisnya lalu duduk berselonjor dan manaikkan tubuhku ke penisnya. Dengan refleks akupun menggenggam penis itu sambil menurunkan tubuhku hingga benda itu amblas ke dalamku.

Dia memegangi kedua bongkahan pantatku yang padat berisi itu, secara bersamaan kami mulai menggoyangkan tubuh kami. Desahan kami bercampur baur dengan bunyi kecipak air kolam, tubuhku tersentak-sentak tak terkendali, kepalaku kugelengkan kesana-kemari, kedua payudaraku yang terguncang-guncang tidak luput dari tangan dan mulut mereka.

Pak Joko memperhatikan penisnya sedang keluar masuk di vagina seorang gadis 21 tahun, anak majikannya sendiri, sepertinya dia tak habis pikir betapa untungnya berkesempatan mencicipi tubuh seorang gadis muda yang pasti sudah lama tidak dirasakannya.

Goyangan kami terhenti sejenak ketika Taryo tiba-tiba mendorong punggungku sehingga pantatku semakin menungging dan payudaraku makin tertekan ke wajah Pak Joko. Taryo membuka pantatku dan mengarahkan penisnya ke sana
“Aduuh.. pelan-pelan Tar, sakit tau.. aww!” rintihku waktu dia mendorong masuk penisnya.

Bagian bawahku rasanya sesak sekali karena dijejali dua batang penis besar. Kami kembali bergoyang, sakit yang tadi kurasakan perlahan-lahan berubah menjadi rasa nikmat yang menjalari tubuhku.

Aku menjerit sejadi-jadinya ketika Taryo menyodok pantatku dengan kasar, kuomeli dia agar lebih lembut dikit. Bukannya mendengar, Taryo malah makin buas menggenjotku. Pak Joko melumat bibirku dan memainkan lidahnya di dalam mulutku agar aku tidak terlalu ribut.

Hal itu berlangsung sekitar 20 menit lamanya sampai aku merasakan tubuhku seperti mau meledak, yang dapat kulakukan hanya menjerit panjang dan memeluk Pak Joko erat-erat sampai kukuku mencakar punggungnya.

Selama beberapa detik tubuhku menegang sampai akhirnya melemas kembali dalam dekapan Pak Joko. Namun mereka masih saja memompaku tanpa peduli padaku yang sudah lemas ini. Erangan yang keluar dari mulutku pun terdengar makin tak bertenaga.
Tiba-tiba pelukan mereka terasa makin erat sampai membuatku sulit bernafas, serangan mereka juga makin dahsyat, putingku disedot kuat-kuat oleh Pak Joko, dan Taryo menjambak rambutku. Aku lalu merasakan cairan hangat menyembur di dalam vagina dan anusku, di air nampak sedikit cairan putih susu itu melayang-layang. Mereka berdua pun terkulai lemas diantara tubuhku dengan penis masih tertancap.

Setelah sisa-sisa kenikmatan tadi mereda, akupun mengajak mereka naik ke atas. Sambil mengelap tubuhku yang basah kuyup, aku berjalan menuju kamar mandi. Eh.. ternyata mereka mengikutiku dan memaksa ikut mandi bersama.

Akhirnya kuiyakan saja deh supaya mereka senang. Disana aku cuma duduk, merekalah yang menyiram, menggosok, dan menyabuniku tentunya sambil menggerayangi. Bagian kemaluan dan payudaraku paling lama mereka sabuni sampai aku menyindir.

“Lho.. kok yang disabun disitu-situ aja sih, mandinya ga beres-beres dong, dingin nih” disambut gelak tawa kami.
Setelah itu, giliran akulah yang memandikan mereka, saat itulah nafsu mereka bangkit lagi, akupun kembali digarap di kamar mandi.

Hari itu aku dikerjai terus-menerus oleh mereka sampai mereka menginap dan tidur denganku di ranjang spring bed-ku. Sejak itu kalau ada sex party di vila ini, mereka berdua selalu diajak dengan syarat jangan sampai rahasia ini bocor. Aku senang karena ada alat pemuas hasratku, mereka pun senang karena bisa merasakan tubuhku dan teman-teman kuliahku yang masih muda dan cantik. Jadi ada variasi dalam kehidupan seks kami, tidak selalu main sama teman-teman cowok di kampus…

Continue reading

Selasa, 23 Agustus 2016

Cerita Sex: Suka imajinasi seks

Cerita Sex - Memang kalau aku ingat masa-masa puber pertama, aku sering tersenyum-senyum sendiri, mentertawakan Nafsu sex-ku yang tidak kunjung padam. Bayangkan saja, dalam sehari bisa 3 s/d 6 kali aku onani. Setiap ada kesempatan pasti langsung aku lakukan tidak perduli tempat dan waktu. Melihat paha sedikit langung saja senjataku mengeras, dan tidak akan tidur jika belum dilepaskan lewat onani.

Di sekolah (Waktu itu aku masih duduk dibangku SMP), di rumah, Otakku tidak pernah lepas dari keingintahuan akan artinya Sex.

Bagaimana nikmatnya berciuman?, Bagaimana nikmatnya Mengelus payudara wanita?, dan bagaimana jika senjataku masuk di dalam lubang kenikmatan wanita? Bagaimana rasanya mengulum puting payudara ?,

Bagaimana rasanya Menjilati kemaluan wanita? Semua menjadi beban pikiranku dari hari ke hari. Paling pelampiasanku hanyalah membaca stensilan karya Enny Arrow.

Sambil membayangkan pelakunya adalah aku, tanganku dengan trampil melakukan kegiatan mengocok penisku, sampai spermaku keluar.

Tapi anehnya meskipun sudah keluar tiga kali tapi kalau buku yang aku baca belum selesai, tanganku tidak akan diam dan senjataku tidak akan lelah memuntahkan isinya keluar berapa kalipun. Padahal kalau sekarang boro-boro bisa 5 atau 6 kali, 2 kali saja rasanya sangaaaaat lelah.. ( Kenapa ya? )

Aku juga sering menonton bokep di Movie4stream web kesayangan ku yang berisi bokep bokep JAV dan film semi.

Sampai suatu saat, keingin tahuanku tentang sex, sedikit demi sedikit mulai aku ketahui dan rasakan… Pada saat-saat sekolah, kebetulan sekali aku dikaruniakan Tuhan otak yg lumayan cemerlang.

Aku selalu mendapatkan ranking pertama di kelas, meskipun juga aku mendapatkan ranking pertama dalam kebadungan. Entah sudah berapa kali aku tertangkap membawa Stensilan, rokok, bahkan ganja.

Hukuman paling berat paling hanya skorsing seminggu, tapi pernah juga aku disuruh keliling kelas per kelas sambil disuruh membaca stensil dan merokok, dengan membawa papan nama yang dikalungkan di leherku dgn tulisan spidol ” JANGAN CONTOH AKU “.

Tapi kebengalanku tidak membuat teman-temanku menjauh. Bahkan bermodalkan dengan ranking pertamaku, teman sekelasku yang mempunyai adik yang masih di SD, memintaku untuk memberikan les private di rumahnya,

Perlahan tapi pasti anak buah lesku semakin banyak. Pada akhir bulan aku bisa mengantongi Rp 300.000,- jumlah yg cukup besar buatku waktu itu, dan pada saat terima amplop gaji yang kesekian kalinya, aku mulai mewujudkan cita-cita puberku untuk menikmati indahnya sex dengan seorang wanita, dari pada habis buat minum-minum dgn teman, toh tak ada salahnya aku mencoba.

Aku ingat sekali waktu itu Malam Minggu aku sedang ngumpul dengan teman-temanku sambil main gitar dan menenggak minuman keras di pinggir jalan. Tiba-tiba gerimis datang, kami semua berlarian berteduh di salah satu warung.

Jam baru menunjukan pukul 22.00 tapi temanku satu persatu bubar, mungkin karena cuaca yang kurang bagus. Biasanya pasti sampai matahari terbit baru pada bubar. AKu yang rumahnya paling jauh tidak ada teman. Tinggallah aku sendirian berdiri. Rokok yang kuhisap dan minuman yang masuk ke dalam kerongkonganku tidak dapat menghalau dinginnya malam.

Pikiranku semakin mengembara akan arti sebuah sex. Aku segera menyetop sebuah bajaj yang kebetulan lewat. Aku minta diantar ke Lokasi WTS kelas teri kalijodoh (Rumahku memang tak jauh dari lokalisasi tersebut).

Gerimis ternyata tidak menghalangi para pencari dan penjual kenikmatan bertransaksi. Suasananya masih ramai seperti pasar.

Aku segera turun dari bajaj dan berjalan kaki menelusuri komplek. Banyak sekali wanita yang asyik mengobrol, bercanda, dandanannya yang medok dan norakjelas sekali, rata-rata usianya sebaya dengan mamaku.

Aku terus melangkahkan kaki di tengah gerimis. Sesekali ajakan mampir berseliweran di kanankiriku. Aku mencoba bersikap dewasa padahal jantungku sudah bergemuruh tak karuan.

Memang badanku ternasuk bongsor, sehingga orang tidak akan menyangka bahwa aku masih SMP kelas III. Sampai lelah kakiku, aku belum menemukan wanita yang usianya muda. Aku segera menghentikan langkahku begitu kutemui warung rokok. Sambil aku membeli rokok, aku mencoba bertanya di mana ada wanita yang muda. Penjual rokok itu memberitahukan jalan kepadaku.

Ternyata aku harus turun dulu dari jalan utama, Melewati lorong sempit yang sumpek, akhirnya aku menemukan sekumpulan wanita muda. Baru saja aku mau menegur, mereka berebutan menarik tanganku,

Aku yang memang baru pertama kali pasrah saja dan tidak dapat berbuat apa-apa, hingga akhirnya seorang wanita setengah baya melerai mereka, dan menyerahkanku kepada seorang wanita yang cukup cantik, katanya namanya Tina, sedangkan wanita yg melerai tadi adalah Mami / germo mereka.

Tina membimbingku memasuki kamar sempit, yg hanya berisi tempat tidur single yang sudah bau apek, dan seember air + gayung.

Aku yang waktu itu memang baru pertama kali sama sekali tidak perduli dengan keadaan kamar tempurnya, yang ada di otakku adalah bahwa sebentar lagi aku merasakan nikmatnya seks. Lampu remang-remang jelas sekali membentuk keindahan tubuh Tina yang mulai membuka bajunya. Jantungku semakin keras berdebar.

Tanpa basabasi lagi Tina mulai menggerayangi tubuhku, baju dan celanaku langsung dilepasnya. Tidak ada pemanasan. Tina yang kini hanya mengenakan BH, dan celana dalam langsung saja menyerangku dengan kelihaiannya,

Tanpa sadar aku sudah telanjang bulat. Lidahnya menari-nari di dadaku, tangannya mengocok lembut senjataku yang sudah mengeras.

Kenikmatan yang timbul akibat perlakuan Tina membuat seluruh tubuhku bagai dialiri setrum, dan pada saat senjataku dimasukan ke dalam mulutnya, aku sudah tak tahan lagi, kusemprotkan seluruh spermaku kedalam mulutnya. Tina langsung mengenakan pakaiannya kembali, Aku terkejut dan menariknya.

“Belum mbak”

“Lho, bukannya mas sudah keluar?”

“Iya,, tapi kan belum dimasukin”

“memangnya masih bisa” Aku kala itu agak bingung dengan pertanyaannya, sekarang sih aku ngerti arah pertanyaannya.

Aku langsung memeluknya dan mencium bibirnya dengan rakus.

“pelan pelan dong mas!” aku tak perduli lagi, tanganku langsung meremas buah dadanya, BHnya segera kulepaskan, Senjataku yang masih tegang menyodok-nyodok perutnya.

Kulumat puting buah dadanya dengan lidahku. Tina menarik kepalaku.

“Mas, jangan dihisap! Saya masih menyusui” Aku tak perduli, imajinasiku di stensilan semua kupraktekan, bahkan tanpa jijik aku menjilati kemaluannya.

Baunya sungguh sangat tidak enak, tapi nafsuku kala itu mengalahkan semua perasaan jijik. Perlahan kulihat Tina mulai terbawa nafsu, mungkin akibat perlakuanku yang mencumbunya habis-habisan yang tidak pernah didapatinya selama ini.

“Achhh, Mas!” terus… enak……. Aku semakin semangat.

Tiba tiba Tina menggenggam senjataku dan langsung membimbingnya ke lubang kemaluannya. Jantungku berdebar semakin keras. Inilah saat pertama kali senjataku terbenam ke dalam kemaluan seorang wanita.

“Tekan.mas!”Aku langsung menekan kemaluanku sampai amblas

“Achhhhh……..” Tina menjerit.

Aku mulai manaik-turunkan pantatku. Imajinasiku sebagai seorang lelaki perkasa membawa langkahku untuk mencoba semua gaya dalam teori, Depan, samping, belakang semua aku praktekan. Tina pandai sekali mengimbangi gerakanku.

Goyangan pinggulnya yang lincah semakin membuat suasana menjadi panas. Aku bertahan dengan imajinasiku untuk tidak keluar sebelum wanita keluar. Ternyata berhasil. Seluruh tubuhku sudah penuh dengan peluh, akhirnya entah menit keberapa,

Tina histeris, seluruh tubuhnya mengejang dan bergetar dengan hebat. ternyata dia orgasme. Aku merasakan lobang kemaluannya semakin becek.

Aku berkonsentrasi penuh mendaki puncak kenikmatan, gerakan pantatku semakin cepat, dan tak beraturan. Aku mulai merasakan spermaku sudah diujung senjataku. Tina semakin lincah menggoyangkan pinggulnya.

Akhirnya dengan sekali sentakan ke dalam, amblaslah seluruh batang senjataku di dalam lubang kemaluan Tina. Seluruh tubuhku merinding merasakan ejakulasiku yg pertama di dalam lubang kemaluan seorang wanita. Aku Terbaring diam mengatur jalan pernafasanku.

“Mas, baru pertama, ya?”

“Lho, kok mbak tahu?” Tina hanya tersenyum, lalu beranjak membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya kembali.

Sesuai kesepakatan awal, aku menyerahkan uang atas kenikmatan yang aku beli. Namun sungguh diluar dugaan, Tina menampik uangnya.

“Mas, tidak usah bayar, Aku senang kok!”

“Tapi, besok-besok mampir lagi kesini ya” Tina lalu keluar kamar meninggalkanku seorang diri, Aku termenung membayangkan hal yang baru saja terjadi.

Sungguh nikmat sekali bersetubuh dengan wanita. Gratis lagi! Besok lagi ah ! aku bergumam dalam hati. Aku segera mengenakan pakaianku kembali. Gerimis di luar ternyata telah berubah menjadi Hujan deras.

Aku tak perduli lagi. Aku berlari, berlari dan terus berlari dari komplek lokalisasi itu. Dengan Badan basah kuyup aku berjalan menuju rumahku. Hujan deras sama sekali tak aku rasakan, yang ada di pikiranku hanyalah satu: Bersetubuh itu NIKMAT.

Sampai tak terasa aku tiba didepan rumahku. Dikamarku, aku merenungi kembali. Perjakaku diambil seorang WTS. Dan rasa nikmat saat senjataku masuk ke dalam kemaluan seorang wanita terus terbayang.

Aku merasa diriku telah Dewasa, karena telah melakukan Hal yang Masih dalam angan-angan pria seusiaku. Aku tersenyum membayangkan itu. Tanpa sadar tanganku kembali mengocok senjataku yang kian mengeras.

Makin lama kocokanku makin cepat, hingga memancarlah lahar panas ke atas perutku. Aku tak memperdulikannya. Mataku terpejam, menikmati tidur malam yang indah.
Continue reading

Minggu, 14 Agustus 2016

Cerita Sex : Pesona perawat yang binal

Nonton Movie Online – Nama nya Kiki biasa di panggil. Waktu itu saya yang sakit perut tak karuan rasanya udah 5 hari aku nahan sakit prut yan aku derita ini. Kok sepertinya gak kayak sakit biasa nya, aku jadi kuatir tentang perut ku ini semacam kena maag ato asam lambung naik ya. Karena sakit yang tak karuan buat nahan, lalu aku periksa ke dokter untuk chek up.

Kemudian aku berkunjung di Rumah Sakit swasta yang jarak nya lumayan deket dengan rumah ku. Saat waktu antri dan mendaftar di administrasi, aku melihat perawat yang berwjah cantik dengan wajah yang bersinar bagaikan lampu sorot. Kenapa aku bisa tau namanya , karena ada nama yang terpampang di sebelah dada nya.

Perawat yang bernama Kiki sangat anggun untuk penampilannya dengan memakai seragam perawat berwarna putih dengan topi mungil yang menempel sebagai hiasan rambut nya.

Saat aku liat kulitnya begitu putih bersih dengan tubuh yang ideal dan PAS Mantaab di berbagai sudut. Waktu menunggu , ketimbang jenuh nunggu antrian aku liatin aja suster Kiki yang manis nan imut.

Dan kemudian waktu antrian giliranku , aku pun di panggil Dokter untuk masuk ke ruang Chek Up untuk di periksanya. Beranjaklah aku dari bangku tunggu dan masuk.

Dokter yang memeriksa aku sudah tua, aku pun mendengar dia bicara agak kurang jelas karena suara nya pelan, apa memang aku yang budeg ya , ah. . . .tapi tak apa dan tak jadi masalah.

Karena yang ada di pikiranku saat ini membayangkan perawat cantik yang bernama Kiki tadi. Gimana ya , aku bisa ngajak utnuk kenalan?

Selama aku di periksa sama dokter, hanya itu yang ada di pikranku. Setelah 20 menit aku dii periksa, lalu aku di berikan resep dan aku segera keluar. Tapi sebelum aku pulang aku memanfaatkan kesempatan sedikit.

Dan aku seketika samperin saja di meja Kiki dengan pura-pura Tanya doank.

“oiya. . .Mbak, aku mau Tanya mbak..?”

“Kalo mau nebus obat resep Dokter dimana ya Mbak. . .?”

Suster Kiki yang terlihat sibuk menulis sesuatu di buku besarnya, seketika kaget akan kedatanganku saat bertanya.

“Apa Mas. . .Ada yang bisa saya bantu, , ,?”ucap suster Kiki .

“Iya Mbak , mau tanya untuk menebus obat dari Dokter dimana ya mbak. . .?”ucap saya.

“ Oh. . .Mas keluar lewat pintu samping itu “ sambil menunjuk kan arah.

“ Terus Mas belok kanan aja, disitu dah kelihatan kok Mas. . apoteknya ”jawab Kiki.

“Oh. . .iya Mbak , paham”.

Terus dengan memutar otak , apa yang aku tanyakan lagi untuk bincang dengan suster Kiki itu .

“Eh, kalo rumah mbak arahnya kemana ya mbak. . .”?ucapku

Kiki yang menanggapi dengan wajah yang nyengir dan senyum nya bener bener mebuat hatiku terpana dengan keimutannya dia.

Sampai –sampai hatiku dag dig dug deeer. .. di buatnya.
“Rumah saya jauh Mas. . .gimana ya jelasinnya. . .??” jawab kiki si perawat.

“Lalu kalau jauh , Mbak kalo berangkat kerja dan pulang kerja gimana donk..?”

“Ada yang jemput juga “??tanyaku.

Dengan senyumana manisnya , Kiki menjawab :

“Biasanya sih kalo berangkat dan pulang kerja Cuma naik angkutsn umum”.

“oh, , ,gitu ya mbak Kiki”

“ Lha terus kalu pulang sampai jam berapa?

”kalu pulang saya anter gimana Mbak . . ?”Tanyaku.

Haduh aku nanya nya terlampau kejauhan sampe sampe gak sadar aku bertanya.Tapi kalau pun suster Kiki gak mau yasudahlah tak apa apa. Karena besok juga gak ketemu lagi , jadi aku gak terlalu malu deh di depannya.

“Nanti kalu Kiki bikin repot Mas ,gimana coba??

Mas kan sedang sakit??”ucapnya.

“Hehe. . ni sudah sehat kok..Mbak”.

“Tadi ketika melihat Mbak , pertama kali udah sehattan seikit kok. . ?”jawabku.

Kiki yang tak menjawab dengan sibuk sambil mencatat sesuatu di buku besar itu dan kemudian berkata,

“Kalau saya mau gimana Mas??bisa??”

“Nanti Kiki pulang kisaran jam 4 sore Mas”.jawab Kiki.

Kemudian aku di berikan nomor telepon , yang kiki sedang menulisnya di secarik kertas.

“Mas, ni nomor Kiki nanti bisa hubungi Kiki ya Mas apa Sms. Mas istirahat dulu saja”.

Waduh . . bener bener keberuntungan berpihak kepadaku.

Aku pikir aku segera pulang ke rumah saja karena dengan ucapan ucapan gombal ku yang aku lucutkan ke suster Kiki. Kemudian sebelum aku pulang dan berpisah, aku segera mencoba menjabat tangan ke Kiki.

“ Aku Feri ” sambil berjabat tangan.

“Kiki Mas”

Iya aku pun dah tau kalo nama kamu Kiki di dalam hatiku. Pesona Perawat Binal | Saat itu aku udah parkirin mobil aku di Rumah sakit buat nunggu Kiki.

Dari jauh aku liat Kiki jalan keluar dari gedung rumah sakit masih dengan baju putihnya, dengan di tambah jaket coklatnya dan tas slempang kecil yang disangkutkan di bahunya.

Kiki melemparkan senyum manisnya begitu melihat aku yang berdiri disamping mobil aku.

“Maaf Mas. . menunggu lama ya, Mas?

Maaf ya Mas, Kiki membuat menunggu…” ujar Kiki sopan.

“gak kok , hanya sebentar saja .”

“hehehe.. . . ..” Jawab aku sambil membukakan pintu untuk masuk Kiki.

Segera Kiki masuk kedalam.

“ Kamu Mau langsung pulang. . . . ? “

“Atau mau kemana dulu pinginnya. … .?”

“Emmm. . . terserah Mas Feri aja.”

“Kiki gak buru-buru kok.” Jawabnya pelan.

“Kalau kita makan dulu, gimana?” Tanya aku.

Rajadomino.com Agen Judi Poker Capsa Susun dan Bandar Domino QQ Online Terpercaya

Kiki hanya mengangguk. Segera aku nyalakan mobil dan berangkat mencari makan. Sesampainya restoran, banyak sekali hal yang kita bicarakan. Mulai dari soal pekerjaan, sampai kehidupan pribadi.

Dari obrolan tersebut, aku dapati ternyata Kiki ini sudah putus dengan pacarnya dua bulan yang lalu dan mantan pacarnya tersebut kini sudah menikah dengan wanita lain. Aku tak nyangka, wanita secantik Kiki ini bisa ditinggal demi wanita lain.

Dasar bodoh lelaki itu. Hari semakin gelap, yang ternyata juga mendung. Kami berdua memutuskan untuk pulang sebelum hari hujan.

Kiki menjelaskan arah dan jalan ke rumahnya yang ternyata aku cukup paham dengan daerah tersebut. Aku segera memacu mobil aku melewati jalan pintas yang aku paham supaya biar sampai tujuan. tiba tiba hujan turun begitu deras dan lebat.

Aku berpacu melambat saja dan mencari jalan jalan karena tidak terlihat akibat terpaan hujan angin.Beberapa ratus meter sebelum sampai mobi tak bisa masuk , karena rumah Kiki yagn masuk gang dan mobil tak bisa masuk.

Dan kebetulan sekali di dalam mobil gak ada payung yang tersedia .

Akhirnya aku terobos saja dengan jalan kaki untuk masuk ke gang kecil untuk mengantar Kiki. Dan baju aku dan suster Kiki pun basah kuyup.

“HaDuh. . . . Mas Feri. Terima kasih banyak ya sudah mau antar aku sampai depan rumah dan kehujanan”.

“Maaf sudah merepotkan Mas feri.” Kata Kiki begitu sudah sampai di depan rumahnya.

Rumahnya tidak terlalu besar, terlihat asri dengan banyak tanaman di bagian teras juga cat berwarna hijau yang menambah kesan adem.

“Gak masalah kok. Aku yang minta maaf karena lupa bawa payung, kamu jadi kehujanan…” Kata aku sambil meringis kedinginan.

“Mas, masuk dulu yuk.

Aku buatin teh hangat dan pinjamkan baju buat mas. Jangan dipaksa pulang, nanti malah tambah sakit.”

“Gak usah ah Ki, gak enak ah sama orang rumah…” Jawab aku.

“ Dak papa Mas. Lagi pula aku tinggal sendiri.”

“Yuh, mas. Masuk aja Mas” Kata Kiki sambil membukakan pintu rumahnya.

Aku pun memutuskan untuk mampir sebentar sambil menunggu hujan reda. Kiki memepersilahkan aku untuk duduk di ruang tamunya yang kecil namun bersih dan tertata rapih.

“Duduk dulu ya Mas, sebentar saya ambilkan handuk ya Mas Feri…” Kata Kiki sambil berlalu ke dalam.
Aku lantas duduk sambil melihat lihat, ada beberapa foto waktu Kiki wisuda. Terlihat cantik sekali dengan kebaya dan toga. Juga ada beberapa foto yang sepertinya adalah orang tua Kiki disamping foto wisudanya.

“Ini mas, handuknya…”

Cerita Sex : Pesona perawat yang binal

Kiki mengagetkan aku dengan memberikan handuk berwarna putih tebal untuk aku keringakan badan.

“ Oiya Ini ada kaos oblong yang agak longgar , gak terlalu bagus, tapi sepertinya muat buat mas…”

“Iya, terima kasih ya”.

“Oiya, panggil Feri saja lah. Jangan mas. . mas mlulu. Kayaknya umur kita gak jauh beda. Hehehe.”

Kata aku sambil mengambil kaos dari tangan suster Kiki.

“Hehehe oke deh Feri “ ucapnya.

Aku kemudian menuju ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Setelah selesai, aku hendak kembali ke ruang tamu.

Saat melewati salah satu ruangan, aku lihat pintu yang tidak tertutup rapat. Dengan bermaksut pingin nutup pintu tersebut meski aku tidak tahu itu kamar atau ruangan siapa.

Wooow. . .kaget aku begitu mellihat ternyata didalamnya Kiki sedang berganti baju. Kiki yang tampak cantik meski tubuhnya terbalut seragam kerja, terlihat makin cantik tanpa busana.

Rambut hitam tergurai sepunggung membuatnya tampak lebih anggun. Tubuhnya yang putih sintal, pantatnya yang kencang dan tetek yang begitu menantang, membuat aku benar-benar langsung berpikiran mesum.

Aku jadi tak nyaman karena batang yang makin mengeras. Khawatir Kiki tau aku ngintip, segera aku balik ke ruang tamu. Aku lalu duduk di sofa yang dimana aku duduk di tempat asal tadi. Aku mencoba untuk tenang dan tak salah sikap karena barusan aku liat pesona yang dasyat. Kiki kembali dari kamar.

Mengenakan pakaian sedikt longgar dengan celana pendek yang berwarna putih dan handuk yang berada di kepalanya sambil membawa gelas berisi teh hangat.

“Ini Feri buruan diminum dulu mumpung masih hangat…” Kata Kiki menyuguhkan minum, sambil duduk disamping aku.

“Iya, makasih ya Kiki…” Jawab aku tersipu malu.

Aku ambil gelas dan minum teh sedikit. Coba-coba cari bahan pembicaraan meski yang aku bayangin cuma Kiki yang lagi aku perkosa dengan nikmatnya.

“Hmm, eh,,,Feri tadi ngintipin aku ya?” Tanya Kiki.

“BUJUUG. . .!!

ketahuan spertinya deh. . .?

“mampus aku.”

ucap dalam hati Tak tau apa yang harus aku jawab dan katakana dengan pertanyaan dari Kiki. Aku binggung harus menjawaba apa. .?

“Ah. . ? Enggak kok, emang kamu tadi dimana?”

“Di kamar, sudah deh. ., Kiki tahu kok. Tadi aku lihat bayangan kamu dari meja rias aku. Kamu sedang ngintipin aku kan?”

Selidik Kiki dengan nada sedikit lebih tinggi. Aku tertunduk malu, bingung dan gak tau mesti ngomong apa.

“Oh iya maaf sebelumnya ya Kiki . tadi aku lewat sengaja mau nutupin pintu kamar itu. Eh , malah keblabasan ngintipin. .”

dengan muka tertunduk. dengan gugup Aku tak berani melirik wajah Kiki, sampe tau tau dia ngegeser duduknya biar makin deket sama aku.

“Hmm, , ,Terus, cuma nginitip doank?

Gak mau yang lain nih?” Bisik Kiki .

Kontan aliran darah aku langsung kenceng ke seluruh badan. Yang tadinya kerasa dingin, mendadak langsung panas. Seketika tanpa basa basi aku lumat bibir mungil Kiki.

Tangan kanan aku narik kepalanya supaya ciuman kita semakin kuat dan dekat. Nafas Kiki langsung begitu berat gak beraturan. Kiki lalu narik handuk yang ada di kepalanya dan melemparnya di samping sofa.

Ciuman aku turunin ke leher Kiki. Langsung aja Kiki mengangkat kepalanya ke atas, seakan minta aku buat nikmatin lehernya tanpa ada yang terlewatkan.

Baju yang longgar, membuat aku semakin leluasa untuk memasukan tangan dan ngeremes teteknya yang udah dari tadi aku tunggu-tunggu.
“Mhhhhhh. .. .aaaah. . . ., uhhhh Feri, pelan-pelan…” Desah Kiki.
Pesona Perawat Binal | Desahan Kiki justru membuat aku semakin liar terangsang dan pengen nikmatin badannya tanpa ampun. Aku angkat bajunya, dan buka BH dengan sekali tarik.

Sekarang dua tetek bulat menantang yang tadi aku liatin dari jauh doang, udah siap buat aku nikmatin sampe puas.

Gak pake nunggu lama, aku hisap pentilnya sambil aku remes yang sebelahnya. Desahan Kiki semakin jadi. Tanpa disadarin, satu tangannya narik rambut aku cukup keras.

“Uuuhhhh, Feriiiii. Enak. . ….” Erang Kiki.

Rajacasino88.com Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya

Puas meremas teteknya, tangan aku berusaha untuk ngebuka celana Kiki. Dan tanpa perlu banyak usaha, karena Kiki juga terlihat udah nafsu membara, suster cantik yang aku liat tadi siang di meja resepsionis, sekarang udah telanjang bulet tanpa sehelai benang pun di depan aku, minta buat aku puasin.

Tangan aku dengan lembut mengusap rambut halus yang ada di antara selangkangan Kiki. Keliatannya cukup dirawat dengan baik. Kerasa udah makin basah dari dalem tempiknya Kiki.

Aku selipin tangan aku diantara bibir tempiknya, nyari kitil-kitil biar Kiki makin mengerang dan kejang karena nikmat seks yang mungkin udah lama dia gak rasain lagi.

Beberapa menit aku asik ngorek tempik Kiki dengan jari aku, Kiki narik rambut aku makin kenceng.

“ Ouuuuhhhh. . . Arrrghh, Feri, aku keluar “ “Aargggghhh aku keluarrrr….” jerit Kiki kecil.

“Criiit. . . . .Criiit. . .Criiit. . .”

Terasa ada cairan hangat dari dalam lobang kenikmatan Kiki. Sekarang Kiki keliatan capek dan sedikit ngos -ngossan.

Tubuhnya yang berkeringat, biarpun diluar hujan deras, tapi ruang tamu ini terasa makin panas. Kiki yang memejamkan mata sambil mencoba mengatur nafas kemudian ngeliat ke arah aku.

“Kamu kok pinter banget sih, Feri?”

“Baru pake jari aja aku udah capek. Gimana lagi kalau pakai itu” Kata Kiki sambil tangannya meraih pusaka aku yang masih ada di dalem celana.

Pesona Perawat Binal | Dengan binal, dia segera membuka kancing dan reseleting celana aku. Dikeluarkan batang pusaka aku dari dalam sarungnya.

Dengan tangan yang masih ngeremes kontol aku, lidah Kiki langsung dijulurin ke ujung kontol aku. Begitu cepet sampai kontol aku masuk semuanya ke dalam mulut Kiki.

Dengan pelan namun penuh gairah, da naik turunin kepalanya supaya kontol aku yang ada di dalam mulutnya ngerasain nikmat tiada tara.

Bener bener permainan yang dasyaaat mempesona dari suster yang aku kira judes ini. Saat aku masih asik nikmatin sepongan dahsyat Kiki, dia ngeluarin kontol aku dari mulutnya.

Tangannya masih ngeremes pelan kontol aku, tapi dia bangun dan mencoba buat duduk di atas aku.

“Kamu ada kondom gak, Feri?” Bisik Kiki sambil mengeluskan kontol aku ke bibir tempiknya.

Tanpa ngejawab, aku langsung ambil di tas kondom berwarna item yang aku simpen buat jaga-jaga. Karena sesuai dengan kepribadian aku. Keliatan muka Kiki seneng banget begitu aku ngeluarin kondom.

Diambil kondom dari tangan aku sambil mencium bibir aku. Sejurus kemudian dirobek bungkus kondomnya dan dipasangkan di kontol aku dengan mulut nya. Setelah kepasang, Kiki makin siap buat masukin kontol aku ke tempiknya.

Aku cuma duduk sambil ngeliat apa yang dia lakuin ke kontol aku dan gimana muka dia setiap kali kontol aku nyentuh tempiknya. Mata yang merem melek, dan desahan pelan pas kontol aku masuk sedikit demi sedikit ke dalam tempik Kiki.

Tempiknya basah banget, tapi terasa sempit, mungkin karena udah lama gak ada kontol yang bersarang. Kontol aku udah masuk semuanya ke dalem tempiknya Kiki.

Kedua tangan dia ngelingker di leher aku, dan tangan aku megangin pinggul Kiki sambil bantu badannya naek turun di atas pangkuan aku.

“Aaahhh, Feriiii, aaahhhhh yess. . .ouhh. . .. ..”

“Aaarrgghhh….”

Cuma itu yang keluar dari mulut Kiki yang keliatan menikmati banget kontol aku di dalem tempiknya. Aku coba buat lebih fokus untuk sambil ngeremes dan ngisepin pentil dari tetek Kiki yang dari tadi berayun naik turun.

Pentilnya masuk ke dalam mulut aku, otomatis kocokan Kiki hanya dari panggulnya, badannya dibiarkan diem supaya aku bisa puas nikmatin toketnya saat dia lagi asik nikmatin kontol aku.

Hampir dua puluh menit aku diposisi begitu, aku inisiatif buat ganti posisi. Aku arahkan Kiki buat gantian duduk dan buka lebar kakinya. Ku letakkan kedua kakinya di pundakku, dan tangan aku yang udah siap ngeremes duabakpao putih cantik di dada Kiki.

Kontol aku masukin lagi pelan-pelan ke dalem tempiknya Kiki sambil tangan pelan-pelan mulai remes tetek Kiki. Kali ini desahan Kiki makin keras dan makin berisik tak karuan gak jelas.

“Arrggghh, Feriii, . . “

“Masukin terus Fer. .”

“ Aku milik . .”

“Aahhh kamu feri. . “

“Sayaaang, , ,”

“Aarrrgggghhh. . ..” Teriak Kiki begitu lepas.

Aku pun genjot makin cepet, sesekali aku kasih ciuman ke bibir Kiki biar makin romantis namun tetep penuh gairah.

“Feriii, .. “

“Aku keluar ferii.. . “

“ Arrggggggh………”

“ Kamu kuat banget sih…..” kata Kiki dengan suara yg tak karuan.

“Tahan sayang,. . .”

“Aku juga mau keluar….” Balas aku, sambil mempercepat lagi tembakanku.

“Arrrggh sayang,, “

“Aarrggghhh.. “

“teruss aargggghh terussss….”

Aku merasakan himpitan yang sangat kuat dari kontol aku, udah gak bisa ditahan karena remasan kenceng dari tempiknya Kiki bikin kontol aku makin gak kuat buat berlama-lama dan,

“Jroooot. . .Croooottt. .. . .Creettt. . .Cruuuuuut. . . “

“Aarggggggggggghhh aku keluarr arrrgghhh…” Jerit Kiki berbarengan dengan muncratnya pejuh dari kontol aku.
Pesona Perawat Binal | Aku pun sedikit demi sedikit memelankan tempuran kontol aku, sampe aku keluarin kontol dari dalem tempiknya Kiki. Setelah aku mau berdiri seketika Kiki megangin kontol aku dan dilepasnya kondom yang ke pasang dan di masukannya lagi kontol aku ke dalam mulutnya. Kali ini aku ngerasa geli tak karuan, tapi juga enak disaat yang bersamaan.

Rupanya Kiki dengan sisa birahi yang ada membersihkan kontol aku dari sisa sperma yang ada. Matanya yang melirik sesekali berusaha menangkap ekspresi muka aku saat nyepong abis kontol aku sampe bersih dari pejuh yang keluar.

“Enak banget deh punya kamu Fer. . ”

“Kuat banget lagi…” kata Kiki sambil terus mengocok kontol aku.

“Kamu juga kuat juga, Ki…” Balas aku sambil menundukan badan dan mencium bibir mungilnya.

“Nanti aku mau lagi ya….” Kata Kiki manja sambil meremas kontol aku.

Setelah itu, kami melanjutkan mandi berdua dan mengulangi kegiatan yang sama di kamar mandi dan di kamar tidur Kiki sampai tengah malam menjelang.

Kiki memaksa aku untuk nginep di rumahnya yang ternyata memang hanya dirumah sendiri sampai beberapa minggu ke depan karena orang tuanya yang berkunjung ke rumah kerabat di luar kota. Semenjak kejadian itu, aku dan Kiki resmi pacaran.

Kiki yang terlihat lugu ternyata pecinta seks sama halnya kayak aku.

Aku beruntung banget bisa dapet pacar seperti Kiki.

Continue reading

Rabu, 20 Juli 2016

Senang77.com Agen Texas Poker dan Bandar Domino QQ Online Terpercaya Indonesia




Download bokep edisi terbaru ini yang merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya Koleksi bokep edisi 6. Langsung saja di crottt.....


Ibu tiri sedang ngepel
Ibu tiri sedang ngepel.mp4



Ngentot pacar adik sendiri
Ngentot pacar adik sendiri.mp4


Agen Poker




Suami kerja Istri selingkuh
Suami kerja Istri selingkuh.mp4



Guru ngentot dengan murid
Guru ngentot dengan murid.mp4


Agen Domino




Ngentot anak tiri
Ngentot anak tiri.mp4




Perkosa istri tetangga
Perkosa istri tetangga.mp4


Poker Online



Sekian dulu postingan Download Bokep kali ini...
Salam admin Duniasex69
Continue reading

Senangpoker.com Agen Texas Poker dan Bandar Domino QQ Online Terpercaya Indonesia

One Piece Special - Heart of Gold
One Piece Special - Heart of Gold



Type: Special
Episodes: 1
Status: Finished Airing
Aired: Jul 16, 2016
Producers: None found, add some
Licensors: None found, add some
Studios: Toei Animation
Source: Manga
Genres: Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Shounen
Duration: 2 hr. 10 min.
Rating: PG-13 – Teens 13 or older
Credits: Oploverz


Agen Poker



One piece special kali ini menceritakan tentang pertualangan kelompok bajak laut Topi Jerami yang bertemu dengan gadis kecil bernama Orga yang ternyata telah berumur 200 tahun lebih dan menyimpan rahasia tempat keberadaan harta karun Pure Gold. Selain Luffy dkk juga terdapat bajak laut Mad Treasure yang ingin merebut harta karun tersebut.


One Piece Special - Heart of Gold 480p



Download Link mp4 360p

Tusfiles | Uptobox | Openload | Solidfile


Agen Domino



Jika ada link yang rusak harap hubungi kami.
Salam admin Duniasex69

Continue reading

Selasa, 19 Juli 2016

Senang77.com Agen Texas Poker dan Bandar Domino QQ Online Terpercaya Indonesia



Download bokep edisi lanjutan dari Download bokep edisi 5.
Langsung saja di crott....


Ngentot pacar semok di lantai
Ngentot pacar semok di lantai.mp4


Ngentot guru les di sofa
Ngentot guru les di sofa.mp4


Threesome dengan ibu tiri
Threesome dengan ibu tiri.mp4


Agen Poker



Ngentot guru berkaca mata
Ngentot guru berkaca mata.mp4


Ngentot skretaris sexy di hotel
Ngentot skretaris sexy di hotel.mp4


Audry bitoni selingkuh dengan tetangga
Audry bitoni selingkuh dengan tetangga.mp4


Agen Domino



Sekian dulu postingan hari ini, jika ada link yang rusak harap segera melapor di kolom komentar nya....Salam Admin Duniasex69
Continue reading